Minggu, 31 Oktober 2010

obat respirasi

 

 

NEO NAPACIN, Meringankan SESAK NAPAS karena ASMA

Pada saat terjadi sesak napas karena asma, perlu segera diberikan obat asma yang dapat melebarkan saluran pernafasan yang menyempit, sehingga dapat meringankan dan meredakan sesak napas.
Obat asma diberikan pada saat terjadi serangan sesak napas karena asma yang hebat, dan terus diberikan sampai serangan mereda.
Obat asma terdapat dalam berbagai macam bentuk antara lain: tablet, sirup, puyer racikan, atau injeksi, dll.
Neo Napacin adalah salah satu obat pereda asma dengan sediaan tablet, produksi dari PT. Konimex Pharmaceutical Laboratories .
Obat asma Neo Napacin termasuk golongan obat bebas terbatas, sehingga Neo Napacin dapat dengan mudah diperoleh di apotik dan toko obat sekitar anda.
Didukung dengan kandungan yang tepat dan aman, Neo Napacin merupakan obat pereda sesak nafas asma pilihan.



Indikasi Neo Napacin
Neo Napacin digunakan untuk mengatasi sesak nafas pada serangan asma dan digunakan sebagai terapi lanjutan pada asma bronkhial.

Kandungan Neo Napacin :
Tiap tablet obat asma Neo Napacin mengandung:
12,5 mg Ephedrine HCl
130 mg Theophylline.
Kandungan yang terukur sangat membantu penderita meringankan sesak nafas, dan bila dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan, sangat aman dikonsumsi dan dapat dibeli tanpa harus menggunakan resep dokter.

Cara Kerja Kandungan Neo Napacin :
Ephedrine HCl bekerja mempengaruhi sistem saraf adrenerg secara langsung dan tidak langsung.
Theophylline merupakan turunan metilxantin yang mempunyai efek antara lain merangsang susunan saraf pusat dan melemaskan otot polos, terutama bronkus. Keduanya merupakan bronkodilator, yang bekerja meringankan sesak napas.
Dalam manajemen asma, pemakaian theophylline digunakan pada pencegahan serangan maupun untuk pengobatan serangan asma (Tierney, et al. 1998; USPDI, 2000).
Sampai sekarang theophylline masih merupakan pilihan yang direkomendasikan, meskipun banyak dijumpai efek samping. Keunggulan pemakaian teofilin terutama karena efek samping toksiknya sudah dikenali, sehingga bisa segera diantisipasi para dokter, di samping kemanfaatan kliniknya sebagai bronkodilator yang memuaskan.
Theophylline dapat menimbulkan gejala efek samping berupa gangguan gastrointestinal, takikardi, palpitasi, aritmia, nyeri kepala, gangguan konsentrasi, insomnia, dan kejang (USPDl, 2000; BNF, 1998). Telah luas diketahui bahwa gejala efek samping ini berkaitan dengan kadar theophylline dalam darah. Rentang terapi optimum theophylline berkisar antara 5 – 15 mikro gram per ml (USPDI, 2000).

Dosis pemakaian Neo Napacin
Dosis pemakaian Neo Napacin dianjurkan:
3 x sehari 1 tablet untuk orang dewasa
½ tablet untuk anak-anak atau menurut petunjuk dokter.
Sebaiknya digunakan pada perut terisi untuk mengurangi efek samping teofilin yang dapat mengiritasi lambung.

Kontra Indikasi :
Obat asma Neo Napacin tidak boleh digunakan pada:
penderita hipertensi (tekanan darah tinggi),
penyakit jantung,
diabetes melitus (kencing manis),
tukak lambung (maag) dan
hipertiroid.
Obat asma Neo Napacin juga sebaiknya tidak digunakan atau dengan pengawasan yang ketat dari dokter pada ibu hamil dan menyusui, anak dengan usia di bawah 2 tahun dan manula dan penderita yang kekurangan oksigen akibat segala hal.

Efek Samping Obat Neo Napacin :
Neo Napacin dapat menimbulkan reaksi obat yang tidak diinginkan seperti mengantuk, pusing, takikardi & palpitasi, serangan & aritmia ventrikular, hematemesis, stimulasi sistem saraf pusat, diaphoresis & demam (pada anak-anak)
Neo Napacin tidak boleh digunakan bersama obat golongan xantin, penghambat Mono Amin Oksidase (MAO) atau guanetidin. Efek meningkat dengan simetidin, eritromisin, troleandomisin & OC. Penurunan kadar teofilin dalam plasma mungkin terjadi dengan adanya rifampisin.
Neo Napacin dapat disimpan untuk digunakan sewaktu-waktu karena dikemas dalam bentuk strip, setiap strip terdiri dari 4 tablet. Sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan kering.

Tanggung jawab perawat :
Berdasarkan efek samping obat maka perawat harus memberitahu pasien tentang efek samping dari obat yang diberikan, kontra indikasinya jika digunakan dengan obat lain dan cara penyimpanan obat tersebut.
Selain itu perawat memiliki peran :
Karena obat dapat menyembuhkan atau merugikan pasien, maka pemberian obat menjadi salah satu tugas perawat yang paling penting. Perawat adalah mata rantai terakhir dalam proses pemberian obat kepada pasien. Perawat yang bertanggung jawab bahwa obat itu diberikan dan memastikan bahwa obat itu benar diminum.
Prinsip Enam Benar
1.Benar Pasien
Sebelum obat diberikan, identitas pasien harus diperiksa (papan identitas di tempat tidur, gelang identitas) atau ditanyakan langsung kepada pasien atau keluarganya. Jika pasien tidak sanggup berespon secara verbal, respon non verbal dapat dipakai, misalnya pasien mengangguk. Jika pasien tidak sanggup mengidentifikasi diri akibat gangguan mental atau kesadaran, harus dicari cara identifikasi yang lain seperti menanyakan langsung kepada keluarganya.
2.Benar Obat
Obat memiliki nama dagang dan nama generik. Setiap obat dengan nama dagang yang kita asing (baru kita dengar namanya) harus diperiksa nama generiknya, bila perlu hubungi apoteker untuk menanyakan nama generiknya atau kandungan obat. Sebelum memberi obat kepada pasien, label pada botol atau kemasannya harus diperiksa tiga kali. Pertama saat membaca permintaan obat dan botolnya diambil dari rak obat, kedua label botol dibandingkan dengan obat yang diminta, ketiga saat dikembalikan ke rak obat. Jika labelnya tidak terbaca, isinya tidak boleh dipakai dan harus dikembalikan ke bagian farmasi.
Jika pasien meragukan obatnya, perawat harus memeriksanya lagi. Saat memberi obat perawat harus ingat untuk apa obat itu diberikan. Ini membantu mengingat nama obat dan kerjanya.
3.Benar Dosis
Sebelum memberi obat, perawat harus memeriksa dosisnya. Jika ragu, perawat harus berkonsultasi dengan dokter yang menulis resep atau apoteker sebelum dilanjutkan ke pasien. Jika pasien meragukan dosisnya perawat harus memeriksanya lagi. Ada beberapa obat baik ampul maupun tablet memiliki dosis yang berbeda tiap ampul atau tabletnya.
Obat neo napacin ini diberikan 3 x 1 tablet. Jadi obat ini di minum dalam sehari 3x, masing-masing 1 tablet untuk dewasa dan ½ tablet untuk anak-anak.
4.Benar Cara/Rute
Obat dapat diberikan melalui sejumlah rute yang berbeda. Faktor yang menentukan pemberian rute terbaik ditentukan oleh keadaan umum pasien, kecepatan respon yang diinginkan, sifat kimiawi dan fisik obat, serta tempat kerja yang diinginkan. Obat dapat diberikan peroral, sublingual, parenteral, topikal, rektal, inhalasi. Dan obat neo napacin ini diberikan secara oral.
5.Benar Waktu
Ini sangat penting, khususnya bagi obat yang efektivitasnya tergantung untuk mencapai atau mempertahankan kadar darah yang memadai. Jika obat harus diminum sebelum makan, untuk memperoleh kadar yang diperlukan, harus diberi satu jam sebelum makan. Ingat dalam pemberian antibiotik yang tidak boleh diberikan bersama susu karena susu dapat mengikat sebagian besar obat itu sebelum dapat diserap. Ada obat yang harus diminum setelah makan, untuk menghindari iritasi yang berlebihan pada lambung misalnya asam mefenamat.
Obat neo napacin ini diberikan 3 x 1 tablet (untuk dewasa), jadi obat ini 1 tabletnya diberikan kepada pasien tiap 8 jam sekali dalam sehari setelah makan. Dan pada anak-anak tiap 8 jam sekali dalam sehari diberikan ½ tablet setelah makan.
6.Benar Dokumentasi
Setelah obat itu diberikan, harus didokumentasikan, dosis, rute, waktu dan oleh siapa obat itu diberikan. Bila pasien menolak meminum obatnya, atau obat itu tidak dapat diminum, harus dicatat alasannya dan dilaporkan.

Tips Mengendalikan Sesak Napas Karena ASMA
1. Pahami seluk beluk sesak napas & asma
2. Kenali berat ringannya sesak napas & asma yang di derita
3. Hindari faktor pencetus sesak napas karena asma
4. Penggunaan obat – obatan yang teratur dan tepat
5. Atasi serangan sesak napas akut karena asma dengan segera
6. Pemeriksaan diri ke dokter secara teratur
7. Tingkatkan kebugaran fisik dengan olahraga
8. Jalani gaya hidup sehat, hindari rokok dan daerah yang tercemar udaranya.

DEWA AYU PUTU SETIA PIRGA WATI
04.07.1749
E/KP/VII

1 komentar: